Gandeng OJK, Prudential Edukasi 300 Gen Z Cerdas Finansial dan Jauhi Jeratan Pinjol Ilegal

Achmad Shoffan
0



PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan edukasi literasi keuangan kepada lebih dari 300 anak muda dari Generasi Z (Gen Z).

Melalui program Pekan Literasi Keuangan Nasional bertajuk "Gen Z Cerdas Financial" di Jakarta, Rabu (8/5/2026), ratusan anak muda ini dibekali wawasan untuk cerdas mengelola uang, berinvestasi, hingga menghindari jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal.

Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen, menyatakan kolaborasi ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendongkrak tingkat literasi dan inklusi keuangan nasional.

Ia berharap generasi muda tak hanya memiliki akses ke layanan jasa keuangan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengelolanya secara bijak di tengah gaya hidup masa kini.

Hal senada ditegaskan oleh Asisten Direktur Direktorat Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Grani Ayuningtyas Harmani. Ia mengingatkan bahwa kemudahan akses keuangan saat ini harus diimbangi dengan pemahaman masyarakat terhadap risiko produknya.

"Generasi muda perlu semakin cermat mengenali legalitas lembaga keuangan dan tidak mudah tergiur tawaran keuntungan instan maupun pinjaman tanpa syarat yang jelas," tegas Grani.

Tantangan finansial Gen Z saat ini sangat erat kaitannya dengan gaya hidup digital dan fenomena Fear of Missing Out (FOMO). Pemerhati Keuangan, Sufintri Rahayu, yang turut hadir sebagai pembicara menyoroti bahwa literasi keuangan bukan sekadar menghitung angka, melainkan mengendalikan gaya hidup.

“Gen Z perlu memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Pengelolaan keuangan yang sehat dimulai dari kebiasaan sederhana seperti menabung secara konsisten, memiliki proteksi, dan berinvestasi secara disiplin,” jelas Sufintri.


Lebih jauh, perlindungan diri sering kali dilupakan oleh anak muda. Head of Digital Marketing & Partnership Prudential Indonesia, Albertus Andre, menilai banyak anak muda yang belum memprioritaskan asuransi. Padahal, risiko kesehatan tak terduga bisa menghancurkan rencana keuangan seketika.

"Proteksi adalah fondasi penting sebelum seseorang mulai fokus pada pengembangan aset dan investasi," ujarnya.

Dalam program kolaborasi ini, Prudential dan OJK menitikberatkan pada beberapa fokus utama edukasi, antara lain:

  1. Pengelolaan Keuangan Pribadi: Pemahaman budgeting, investasi, dan pengenalan risiko pinjol ilegal.
  2. Kesadaran Proteksi: Pentingnya memiliki asuransi dan manajemen risiko sejak usia muda.
  3. Kebiasaan Finansial Sehat: Mendorong budaya menabung dan mengendalikan perilaku konsumtif.
  4. Akses Digital: Pemanfaatan layanan digital untuk perlindungan finansial yang lebih mudah dan inklusif.

Materi yang relevan ini disambut antusias oleh para peserta. Muhammad Fawwaz Wijaya (22), salah satu peserta, mengaku mendapatkan tamparan positif terkait kebiasaan konsumtifnya.

"Setelah ikut pelatihan ini, saya jadi lebih paham pentingnya dana darurat dan lebih berhati-hati menggunakan paylater serta pinjol," ungkap Fawwaz.

Acara edukasi ini juga mendapat dukungan penuh dari mantan Staf Khusus Presiden RI sekaligus Komite Eksekutif Presiden Otsus Papua, Billy Mambrasar. Dalam pandangannya, inisiatif literasi keuangan semacam ini merupakan langkah krusial dalam menyiapkan bekal masa depan yang tangguh bagi generasi muda penentu arah ekonomi Indonesia.



Source http://dlvr.it/TSSbKV

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)