Gencatan senjata rapuh di Timur Tengah saat AS menunggu respons Iran

Achmad Shoffan
0


Aktivitas diplomatik terkait konflik di Timur Tengah mencapai puncaknya akhir pekan ini ketika Amerika Serikat dan Iran mempertimbangkan sebuah nota kesepahaman yang diusulkan untuk mengakhiri permusuhan secara resmi.

Mengutip laporan dari Wall Street Journal, Presiden Donald Trump mengindikasikan bahwa Washington sedang menunggu respons segera dari Teheran terkait kesepakatan tersebut.

Pejabat Iran telah memberikan sinyal kesediaan untuk menyetujui persyaratan yang ada, namun para mediator menyebutkan bahwa Republik Islam itu tengah mencari beberapa modifikasi spesifik terhadap proposal saat ini. Meski pertukaran tembakan terus terjadi sepanjang pekan, Gedung Putih menegaskan bahwa gencatan senjata yang ada masih berlaku.

Para mediator regional bekerja keras untuk menjembatani kesenjangan yang tersisa. Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani, mengadakan pembicaraan tingkat tinggi dengan menteri luar negeri Arab Saudi pada hari Sabtu untuk mengoordinasikan upaya dan menangani akar penyebab krisis.

Al-Thani juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan utusan Gedung Putih Steve Witkoff di Miami untuk memajukan perundingan tersebut.

Di tengah pembicaraan yang berlangsung, pemerintah Iran memberikan rincian publik pertama mengenai kondisi kesehatan pemimpin tertinggi barunya, Mojtaba Khamenei. Para pejabat mengklaim bahwa ia dalam kondisi sehat meskipun mengalami cedera lutut dan punggung akibat serangan yang menewaskan ayahnya pada awal perang.

Dampak ekonomi dan logistik dari konflik ini terus membebani pasar global seiring dengan naiknya harga energi.

Data dari S&P Global Intelligence menunjukkan bahwa pengiriman komersial melalui Selat Hormuz telah melambat hingga hampir terhenti, dengan tidak ada kapal komersial terdaftar yang melintas selama beberapa hari.

Komando Pusat AS mengonfirmasi bahwa blokade angkatan laut terhadap Iran sedang ditegakkan sepenuhnya, dengan 58 kapal dialihkan dan empat kapal dilumpuhkan sejak pertengahan April. Gangguan maritim ini telah mendorong harga bensin AS melampaui $4,50 per galon, dengan rata-rata di California melebihi $6,00.

Dalam perkembangan terpisah, federasi sepak bola Iran menyatakan bahwa negara tersebut hanya akan berpartisipasi dalam Piala Dunia FIFA 2026 jika AS memberikan jaminan visa dan keamanan bagi seluruh pemain dan staf, termasuk mereka yang memiliki catatan dinas militer sebelumnya.



Source http://dlvr.it/TSSbG5

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)