Saham Asia bergerak sempit jelang KTT AS-China; KOSPI rebound berkat saham chip

Achmad Shoffan
0


Sebagian besar saham Asia bergerak dalam kisaran sempit pada Rabu di tengah kekhawatiran yang terus berlanjut atas perang Iran dan dampak inflasinya, dengan fokus utama tertuju pada KTT AS-China yang akan segera digelar.

Saham Korea Selatan tampil menonjol, dengan KOSPI rebound dari kerugian hari Selasa berkat kembali menguatnya saham-saham produsen chip.

Pasar regional mendapat sentimen lemah dari Wall Street semalam, setelah data inflasi konsumen yang lebih panas dari perkiraan mempertegas kekhawatiran atas dampak inflasi dari perang Iran.

Namun Futures S&P 500 menguat setelah laporan menyebutkan bahwa CEO NVIDIA Corporation (NASDAQ:NVDA) Jensen Huang akan menjadi bagian dari delegasi Presiden AS Donald Trump ke China. Saham-saham produsen chip Asia juga menguat mengikuti laporan tersebut.

KOSPI pulih berkat kekuatan chip setelah laporan Nvidia

KOSPI Korea Selatan menjadi yang terbaik di kawasan, naik 1,4% dan kembali mendekati rekor tertinggi yang dicapai awal pekan ini.

Indeks sempat kehilangan momentum akibat aksi ambil untung pada saham-saham produsen chip utama, terutama Samsung Electronics Co Ltd (KS:005930), setelah laporan menyebutkan bahwa pembicaraan untuk mencegah mogok kerja di pabrik chip besar telah gagal.

Saham Korea Selatan juga tertekan oleh spekulasi bahwa pemerintah dapat mendistribusikan dividen publik dari keuntungan kecerdasan buatan. Namun pejabat kemudian mengklarifikasi bahwa hal ini tidak akan mencakup pajak keuntungan luar biasa bagi perusahaan lokal.

Samsung berhasil melepaskan diri dari pelemahan awal, sementara rival SK Hynix Inc (KS:000660) melonjak 4% setelah laporan menyebutkan bahwa Huang dari Nvidia akan menemani Trump dalam kunjungan kenegaraan ke China pekan ini.

Laporan tersebut memunculkan harapan atas peningkatan penjualan chip ke China, yang pada gilirannya dapat semakin mendorong permintaan di sektor ini.

Saham Asia beragam; China stagnan jelang KTT Trump-Xi

Saham Asia secara lebih luas sebagian besar bergerak dalam kisaran datar hingga rendah, karena kekhawatiran atas konflik Iran dan suku bunga AS masih terus membayangi.

Indeks CSI 300 Shanghai Shenzhen dan Shanghai Composite China bergerak tipis, begitu pula indeks Hang Seng Hong Kong, saat kunjungan kenegaraan Trump ke China dijadwalkan dimulai pada hari ini.

Trump diperkirakan akan membahas sejumlah topik penting dengan Presiden China Xi Jinping, termasuk tarif perdagangan, Taiwan, dan kecerdasan buatan. Keikutsertaan Huang dalam perjalanan ini juga turut mendorong optimisme terhadap KTT yang akan datang.

Hal ini membantu memicu sejumlah kenaikan di pasar Asia. Indeks Nikkei 225 dan TOPIX Jepang masing-masing naik 0,7% dan 1,2%, didukung oleh kenaikan saham teknologi lokal.

Sentimen terhadap Jepang juga didukung oleh data yang menunjukkan surplus neraca berjalan negara tersebut melonjak ke rekor tertinggi pada Maret, seiring permintaan yang didorong oleh kecerdasan buatan dan yen yang lemah menguntungkan perekonomian.

ASX 200 Australia turun 0,4%, tertekan oleh penurunan 10% saham Commonwealth Bank Of Australia (ASX:CBA) setelah pemberi pinjaman terbesar di negara itu menyisihkan dana cadangan yang jauh lebih besar untuk risiko yang terkait dengan Timur Tengah.

Kerugian pada CBA merambat ke bank-bank besar lainnya, dengan sisa empat bank besar Australia yang juga ikut turun.

Indeks Straits Times Singapura naik 0,8%, sementara indeks Nifty 50 India stagnan setelah mencatat kerugian tajam pekan ini.



Source http://dlvr.it/TSW9yL

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)